Tendik bersama Mahasiswa Prodi PAK Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa Jayapura menjadi Pemakalah pada 5th International Ege Congress on Scientific Research

Tendik bersama Mahasiswa Prodi PAK Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa Jayapura menjadi Pemakalah pada 5th International Ege Congress on Scientific Research

Rheinhard David Sutrisno dan Deki Pohagi, Tendik dan Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa Jayapura, berpartisipasi dalam 5th International Ege Congress on Scientific Research yang diselenggarakan oleh IKSAD bekerja sama dengan Mugla Sitki Kocman University sebagai tuan rumah penyelenggaraan, pada tanggal 22-23 Juli 2026 di Marmaris, Mugla, Turki, secara hybrid (daring dan luring). Kongres ini bersifat multidisiplin dan diikuti oleh para akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai kawasan dunia, meliputi Eropa, Timur Tengah, Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Tengah, Afrika, Amerika Utara, dan Amerika Selatan, sebagaimana tercermin pula dari komposisi Komite Ilmiah yang berasal dari Turki, Uzbekistan, Kazakhstan, Azerbaijan, Kroasia, Lebanon, dan Albania.

Dalam kongres tersebut, kedua penulis mempresentasikan makalah berjudul "Affirming Imago Dei in the Age of Artificial Intelligence Through the Reconstruction of Christian Religious Education for Indonesian Adolescents". Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan teknik analisis isi dan analisis konseptual, bertujuan mengembangkan model rekonstruksi Pendidikan Agama Kristen yang berlandaskan konsep Imago Dei sebagai respons terhadap tantangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam membentuk identitas, spiritualitas, dan moralitas remaja Indonesia. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan Model Pendidikan Agama Kristen Berpusat pada Imago Dei yang mengintegrasikan antropologi teologis, pembentukan spiritual, perkembangan moral, dan tanggung jawab digital dalam satu kerangka pendidikan kontekstual.

Hasil penelitian yang dipresentasikan menunjukkan bahwa konsep Imago Dei tetap relevan sebagai fondasi teologis untuk menjawab tantangan era kecerdasan buatan, dan model yang diusulkan berpotensi mendukung pembentukan identitas remaja yang berpusat pada Kristus, kedewasaan spiritual, moralitas Kristen, serta penggunaan teknologi AI secara etis dan bertanggung jawab. Partisipasi dalam forum internasional ini memberikan kesempatan bagi pemakalah untuk memperoleh umpan balik ilmiah dari komunitas akademik global, memperluas jejaring kerja sama penelitian lintas negara, serta berkontribusi pada wacana internasional mengenai relasi antara teknologi, pendidikan agama, dan pembentukan karakter generasi muda.




Informasi lengkap mengenai konferensi dapat diakses melalui (Klik di sini)

Hubungi Kami Untuk Informasi Lebih Lengkap !