Kegiatan PkM - Pengenalan Artificial Intelligence sebagai Asisten Digital dalam Penulisan Artikel Ilmiah bagi Dosen di STAK Arastamar Grimenawa Jayapura
Kegiatan PkM - Pengenalan Artificial Intelligence sebagai Asisten Digital dalam Penulisan Artikel Ilmiah bagi Dosen di STAK Arastamar Grimenawa Jayapura
Pada tanggal 13–15 Januari 2025, STAK Arastamar Grimenawa Jayapura menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Pengenalan Artificial Intelligence sebagai Asisten Digital dalam Penulisan Artikel Ilmiah.” Program ini ditujukan bagi dosen dan staf STAK AGJ sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik yang berakar pada landasan teologis mengenai mandat penciptaan, tanggung jawab intelektual, dan pemanfaatan teknologi sebagai sarana pengembangan potensi manusia dalam pelayanan pendidikan tinggi. Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri, yakni: Dr. Jeffrit Kalprianus Ismail, M.Th., M.Pd.K.; Oktavianus Rangga, S.Th., M.Pd., C.IQA.; dan Rezeki Putra Gulo, S.Pd., C.IQA., yang memberikan pemahaman mendalam tentang pemanfaatan kecerdasan buatan secara bijaksana dalam penulisan ilmiah "mulai dari analisis literatur, penguatan struktur argumentasi, hingga penyempurnaan gaya bahasa akademis" dengan tetap menekankan integritas, kejujuran, serta etos kerja yang selaras dengan nilai-nilai iman Kristen.
Kegiatan Pengabdian ini menjadi ruang formasional bagi dosen dan staf STAK AGJ untuk memahami bahwa teknologi, termasuk AI, berfungsi sebagai alat bantu yang mendukung efektivitas proses penulisan, bukan sebagai pengganti kapasitas intelektual maupun kedewasaan spiritual penulis. Penekanan diberikan pada pentingnya menjaga orisinalitas sebagai ekspresi tanggung jawab akademik dan integritas pribadi, sehingga setiap karya ilmiah tetap mencerminkan proses berpikir kritis, refleksi teologis yang matang, dan komitmen etis yang konsisten. Dengan pendekatan ini, peserta diarahkan untuk memanfaatkan AI secara proporsional: membantu mengorganisasi ide, mengevaluasi argumentasi, serta menyempurnakan kualitas bahasa, namun tidak mengambil alih substansi, kreativitas, atau kedalaman pemikiran teologis yang menjadi inti dari tugas ilmiah. Melalui orientasi tersebut, pelatihan ini mendorong lahirnya tulisan-tulisan yang kuat secara metodologis, relevan bagi pengembangan pendidikan teologi, dan tetap autentik sesuai karakter akademik Kristia